Sabtu, 02 April 2016

Alkaloid vs Nonribosomal Peptide




Alkaloid adalah senyawa organik yang terdapat di alam bersifat basa atau alkali dan sifat basa ini disebabkan karena adanya atom N (Nitrogen) dalam molekul senyawa tersebut dalam struktur lingkar heterosiklik atau aromatis, dan dalam dosis kecil dapat memberikan efek farmakologis pada manusia dan hewan. Selain itu ada beberapa pengecualian, dimana termasuk golongan alkaloid tapi atom N (Nitrogen)nya terdapat di dalam rantai lurus atau alifatis.
Alkaloid di bagi menjadi beberapa kelompok menurut atom Nitrogennya. Yaitu; Alkaloid sebenarnya, protoalkaloid dan pseudoalkaloid. Dan berdasarkan intinya penyusunnya (basa organiknya) diklasifikasikan menjadi 12 kelompok yaitu; Benzena, Piridina, Piperidina, Kuinolina, Isokuinolina, Fenantren, Pirolidina Siklo pentano perhidro fenantren, Imidazol, Indol, Purin dan Tropan.
Dari 20 jenis asam amino yang disebutkan diatas, selain tirosin yang juga merupakan pencetus terbentuknya alkaloid adalah histidin, lisin dan triptopan. Pada reaksi selanjutnya ke empat asam-asam amino di atas akan membentuk golongan alkaloid yang berbeda, akan tetapi melalui prinsip dasar reaksi yang sama. Biosintesis alkaloid mula-mula didasarkan pada hasil analisa terhadap ciri struktur tertentu yeng sama-sama terdapat dalam berbagai molekul alkaloid. Alkaloid aromatik mempunyai satu unit struktur yaitu ß-ariletilamina.





Non ribosomal peptide merupakan bentuk dari metabolit sekunder yang diproduksi oleh mikroorganisme, seperti bakteri dan fungi. Polyketide Sintase (PKSS) dan non-ribosom Sintase peptida (NRPSs) (2) merupakan kelas multifungsi protein yang mengatur kompleks enzim dengan mekanisme yang menarik dan daya tarik komersial yang besar, karena enzim membuat banyak metabolit sekunder, banyak yang telah menjadi obat penting. Enzim ini mewakili beberapa terbesar protein yang dikenal, dan, sebagai akibatnya karakter multifungsi mereka, satu protein dapat mengkatalisis puluhan diskrit reaksi biokimia. Sebagai contoh, yang rapamycin PKS (3) dan siklosporin NRPS (4) mengkatalisasi 51 dan 40 langkah dalam perakitan masing-masing produk.
Integral PKS dan NRPS memiliki kemampuan mengenali asam lemak sederhana CoA ester dan mentransfernya, oleh acyltransferase yang (AT) domain, ke pembawa asil protein (ACP) domain; dan untuk bergabung dua intermediet thioester, satu terikat untuk ACP dan yang lain untuk ketosynthase yang (KS) domain, bertepatan dengan dekarboksilasi substrat ACP-terikat, untuk membentuk ikatan enzim. 
 

Referensi :
Hutchinson, Richard. 2003. Polyketide and non-ribosomal peptide synthases:
Falling together by coming apart . PNAS 6(100)

Https://id.wikipedia.org/wiki/Nonribosomal_peptide. (Diakses 11 Maret 2016)

               


Tidak ada komentar:

Posting Komentar